Informasi

Persiapan Interview Kerja dan Pertanyaan yang Sering Diajukan

Admin Lokerntt.com
39
×

Persiapan Interview Kerja dan Pertanyaan yang Sering Diajukan

Share this article

Persiapan Interview Kerja dan Pertanyaan yang Sering Diajukan – Lokerntt.com, Interview kerja adalah salah satu tahapan seleksi kerja yang sangat penting. Ini merupakan kesempatan untuk mempromosikan diri kepada perekrut bahwa kamu merupakan kandidat yang tepat.

Persiapan Interview Kerja dan Pertanyaan yang Sering Diajukan

Pertanyaan wawancara kerja biasanya tidak jauh berbeda di setiap perusahaan. Nah, berikut ini ada 30 pertanyaan interview kerja yang sering diajukan oleh perekrut, lengkap dengan cara menjawab dan contoh jawabannya. Sebelum masuk ke 30 daftar pertanyaan wawancara kerja.

Persiapan Interview Kerja dan Pertanyaan yang Sering Diajukan
Persiapan Interview Kerja dan Pertanyaan yang Sering Diajukan

Pertanyaan interview kerja yang paling umum

  • Ceritakan momen saat kamu melakukan kesalahan
    Hindari menjawab pertanyaan wawancara ini dengan “Saya mah nggak pernah melakukan kesalahan Pak/Bu.” Sampaikan saja kesalahan yang tidak terlalu besar atau tidak fatal, lalu jelaskan apa yang kamu pelajari dari kesalahan tersebut.
  • Bagaimana kamu mengatur prioritas pekerjaan?
    Kamu bisa menjawab pertanyaan wawancara ini dengan menceritakan contoh yang pernah kamu alami. Bisa semasa kerja di perusahaan lama, atau semasa kuliah. Kamu bisa menceritakan bagaimana kamu mengatur waktu dan metode menyusun prioritas.
  • Bagaimana cara kamu menghadapi tekanan kerja dan stress?
    Apapun pekerjaannya, siapapun pasti pernah mengalami stres. Kamu nggak perlu berbohong dengan bilang “Oh, saya nggak pernah merasa stress atau tertekan, Pak/Bu.”
    Jawab saja bagaimana kamu menghadapi stress dengan jujur. Kamu juga bisa menceritakan pengalamanmu secara ringkas untuk menunjukkan bahwa manajemen stress kamu berhasil.
  • Kamu adalah seorang pemimpin atau pengikut?
    Perekrut menyukai calon karyawan yang memiliki jiwa kepemimpinan. Karena itu, jika kamu memiliki pengalaman yang berkaitan dengan kepemimpinan, bisa kamu ceritakan sebagai jawaban.
    Kamu juga bisa menyampaikan ketika kamu menjadi anggota, kamu selalu bersedia mendengarkan, menerima instruksi, dan mengerjakan tanggung jawab dengan baik.
  • Ada yang mau ditanyakan?
    Di akhir wawancara kerja, biasanya perekrut memberi pertanyaan “Apa ada yang mau ditanyakan?” Ini jadi kesempatan kamu bagus untuk lebih mengenal perusahaan. Kamu bisa memberi pertanyaan yang berkaitan dengan perusahaan atau kemajuan karier kamu. Selain itu, dengan mengajukan pertanyaan, interview juga menjadi komunikasi 2 arah.
  • Lingkungan kerja seperti apa yang Anda sukai?
    Kamu bisa jawab pertanyaan ini dengan mempelajari budaya perusahaan yang kamu lamar. Lalu, sesuaikan budaya tersebut dengan lingkungan kerja yang kamu mau. Budaya perusahaan biasanya ada di website resmi setiap perusahaan.
  • Coba ceritakan yang tidak ada di CV
    Pertanyaan ini memang tidak selalu muncul saat wawancara, tapi nggak menutup kemungkinan kamu mendapatkan pertanyaan ini dari HRD atau user. Untuk menjawab pertanyaan interview ini, kamu bisa menonjolkan salah satu skill kamu dan mengaitkan hal itu dengan beberapa pencapaian terbaik kamu di CV.
  • Apakah kamu melamar di perusahaan lain?
    Kamu bisa menjawab pertanyaan yang satu ini dengan jujur tapi nggak terlalu mendetail. Misalnya, dengan tidak menyebutkan nama perusahaan.
  • Kenapa kamu sering pindah tempat kerja?
    Hindari menjawab pertanyaan wawancara ini dengan alasan yang kurang profesional seperti ini, “Saya nggak suka sama bos saya.” atau “Lingkungan kerja saya toxic Pak/Bu.”
    Kamu bisa menjawab dengan jujur dan menjelaskan bahwa kamu berniat untuk memulai karier baru dengan lebih baik di perusahaan yang kamu lamar sekarang.
  • Kenapa kamu melamar bidang pekerjaan yang tidak sesuai dengan jurusan kuliah?
    Kalau kamu melamar pekerjaan yang berbeda dengan background pendidikan, tidak perlu panik. Kamu bisa menjawab pertanyaan interview kerja ini dengan menjelaskan bahwa kamu memiliki passion di bidang tersebut, pengalaman kerja, dan hobi yang berkaitan.
  • Di CV kamu terlihat bahwa kamu sempat tidak bekerja selama beberapa waktu, kenapa?
    Jawablah pertanyaan ini dengan jawaban yang jujur dan tetap profesional. Misalnya, kamu bisa menyampaikan bahwa kamu tetap belajar untuk mengembangkan skill dan mengikuti update dunia kerja.
  • Apakah bersedia ditempatkan di luar kota?
    Kamu bisa menjawab pertanyaan ini dengan menyampaikan aspirasi jika masih ragu atau tidak siap ditempatkan di luar kota. Sampaikan alasan yang jelas dan logis. Tapi, jika kamu membutuhkan pekerjaan ini dan memang bersedia, kamu bisa menjawab bahwa kamu bersedia mengikuti kebijakan tersebut.
  • Kenapa resign dari pekerjaan sebelumnya?
    Jika kamu dihadapkan dengan pertanyaan ini dan sudah pernah bekerja, hindari untuk menjelek-jelekkan atasan atau tempat kerja sebelumnya, ya. Jawab saja secara profesional.
  • Apa rencanamu 5 tahun ke depan?
    Pertanyaan mengenai rencana kamu 5 tahun ke depan, diajukan untuk mencari tahu apakah 5 tahun lagi, kamu masih memiliki rencana bersama perusahaan mereka atau apakah goals kamu sesuai dengan penawaran perusahaan.
  • Apa kelemahan kamu?
    “Apa kelemahan terbesarmu?” adalah contoh pertanyaan wawancara yang menjebak. Selain kelebihan, pertanyaan mengenai kekurangan atau kelemahan juga biasanya sering ditanyakan. HRD menanyakan hal ini untuk mengetahui seberapa kamu mengenal diri sendiri.
  • Berapa gaji yang Anda inginkan?
    Kalau kamu fresh graduate, tipsnya adalah: riset kisaran gaji dengan posisi yang sama dan daerah kerjanya. Karena, UMP dan UMR setiap daerah berbeda-beda. Kamu bisa menyesuaikan hasil riset tersebut dengan skill dan kebutuhan hidup.
  • Berapa gaji kamu sekarang?
    Untuk menjawab pertanyaan wawancara ini, kamu tidak perlu menyebutkan angka pasti dari gajimu. Kamu bisa menjawab range gaji kamu sekarang dan sebutkan angka yang lebih tinggi dan jangan ragu untuk menjelaskan keterampilan yang kamu punya untuk kesempatan mendapat tawaran gaji lebih tinggi.
  • Kapan bisa mulai bekerja di perusahaan ini?
    Untuk menjawab pertanyaan ini, kamu bisa memberikan jawaban yang sesuai dengan kondisimu. Kalau kamu adalah fresh graduate dan belum bekerja, kamu dapat menjawab bisa bergabung sesegera mungkin. Tapi, kalau kamu adalah pekerja, kamu harus menyelesaikan One Month Notice dulu selama 1 bulan. Jadi kamu bisa jawab 30 hari setelah masa pengunduran diri disetujui perusahaan sebelumnya.
  • Kontribusi apa yang bisa kamu berikan untuk perusahaan?
    Kamu bisa menjawab pertanyaan ini dengan menceritakan pencapaian yang kamu dapatkan di pekerjaan sebelumnya, bagaimana kamu mencapainya, dan menghubungkan itu dengan posisi yang kamu inginkan.
  • Sebutkan skill yang kamu miliki untuk mendukung pekerjaan ini
    Untuk menjawab pertanyaan wawancara ini, kamu harus memahami posisi yang kamu lamar beserta hard skill dan soft skill yang dibutuhkan. Kamu bisa menonjolkan skill kamu yang sesuai dengan pekerjaan tersebut. Jika kamu bekerja di bidang kreatif, kamu bisa menyertakan portofolio yang membuat HRD atau user lebih yakin dengan kemampuanmu.
  • Apa pencapaian terbesar kamu?
    Kamu bisa menceritakan pekerjaan kamu di perusahaan sebelumnya yang berhasil mendapatkan reward atau apresiasi dari atasan. Jika kamu adalah fresh graduate, ceritakan pencapaian selama kamu berkuliah, bisa pencapaian akademik atau non akademik.
  • Kenapa perusahaan ini harus menerima kamu?
    Kamu bisa menjawab pertanyaan ini dengan menjelaskan professional skills atau personal qualities yang membuat kamu terlihat lebih unggul dibanding calon pegawai lain. Hindari untuk memberi jawaban personal seperti “Karena saya butuh pekerjaan Pak/Bu, tolong diterima, ya.” atau “Karena saya sudah melamar kesana kemari tapi belum diterima.” dan lain sebagainya.
  • Apa motivasi kamu bekerja di perusahaan ini?
    Jawablah pertanyaan wawancara ini dengan menunjukkan ketertarikan kamu dengan perusahaan. Jelaskan juga bahwa posisi yang kamu lamar sesuai dengan skill dan latar belakang pendidikan, kamu juga bisa menceritakan tentang career goals kamu.
  • Apa yang kamu ketahui tentang perusahaan ini?
    Perekrut ingin tahu seberapa jauh kamu mengenal perusahaan yang kamu lamar. Oleh karena itu, kamu bisa melakukan riset tentang profil perusahaan, budaya kerja, konten, dan informasi yang berkaitan dengan posisi yang kamu lamar. Jika ada temanmu yang bekerja di perusahaan tersebut, tanyakan testimoni mereka dan ambil hal positif sebagai jawaban.
  • Kenapa kamu tertarik melamar posisi ini?
    Kamu bisa menjawab pertanyaan wawancara ini dengan menyebutkan skill atau passion yang kamu punya terhadap posisi yang dilamar. Hal ini akan menunjukkan seberapa cocok kamu dengan posisi yang dilamar.
  • Apa yang kamu ketahui tentang posisi ini?
    Ketika melamar pekerjaan, kamu harus mengetahui deskripsi pekerjaan (job description), tugas utama, dan skill apa saja yang diperlukan. HRD atau user ingin mengetahui sejauh mana kamu paham dan memastikan bahwa kamu tidak benar-benar asing dengan posisi yang dilamar. Pastikan bahwa kamu belajar tentang posisi yang kamu lamar atau bertanya ke teman yang bekerja di posisi yang sama. Jika kamu sudah bekerja sebelumnya, kamu bisa menceritakan pengalaman kerja kamu.
  • Apa kelebihan kamu?
    Pertanyaan tentang apa kelebihan kamu, hampir selalu ditanyakan saat interview kerja. Mungkin kamu tidak asing dengan pertanyaan “Apa kelebihan kamu?” atau “Apa kekuatan terbesarmu?” saat interview. Melalui pertanyaan wawancara kerja ini, HRD ingin mengetahui apakah ada kelebihan atau kompetensi yang sesuai dengan posisi yang dilamar.
  • Darimana kamu mendapatkan infor lowongan pekerjaan ini?
    HRD menanyakan hal ini untuk mengetahui bagaimana kamu membangun koneksi, mencari informasi, atau melihat ketertarikan kamu terhadap perusahaan. Jawablah pertanyaan wawancara ini dengan jujur. Jika mendapat info lowongan dari teman di perusahaan tersebut, kamu bisa menjadikan itu sebagai jawaban untuk memperlihatkan kemampuan membangun networking.
  • Apa hobi kamu?
    Kamu tidak perlu menyebutkan semua hobi yang kamu suka, cukup sebutkan beberapa dan coba kaitkan dengan soft skill tertentu yang bisa mendukung pekerjaan kamu.
  • Coba ceritakan tentang diri Anda?
    Pertanyaan yang selalu ditanyakan dalam wawancara kerja adalah tentang perkenalan diri. Ini bisa jadi waktu yang pas untuk kamu menjelaskan siapa kamu dan kenapa kamu cocok untuk mengisi posisi yang kamu inginkan. Kamu bisa menceritakan background pendidikan, pengalaman sebelumnya (kerja, magang, lomba, organisasi, volunteer), dan kemampuan yang sesuai dengan posisi yang dilamar.

Tips Wawancara Kerja Dan Pertanyaan Wawancara Kerja Yang Paling Sering Diajukan HRD

  1. Mengucapkan terima kasih
    Tips yang terakhir adalah jangan lupa mengucapkan terima kasih kepada pewawancara ketika kamu sudah mengikuti wawancara kerja, kamu bisa berterima kasih dengan mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang sudah diberikan ataupun juga memberikan ucapan mengenai harapanmu sesudah mengikuti wawancara ini sebelum berpamitan untuk pulang.
  2. Aktif Bertanya
    Setelah kamu mengikuti wawancara kerja dan menjawab beberapa pertanyaan yang sudah diberikan oleh pewawancara ada baiknya kamu juga aktif bertanya baik itu mengenai tugas pada juknis yang sudah kamu lamar ataupun mengenai perusahaan.
  3. Datang tepat waktu
    Tips selanjutnya ketika kamu mengikuti wawancara kerja adalah pastikan kamu datang tepat waktu di lokasi wawancara, hal yang perlu digaris bawahi adalah ketika kamu mengikuti wawancara kerja jangan sampai kamu terlambat dan juga datang sesudah wawancara karena hal ini akan mencerminkan bagaimana kamu menghargai kesempatan wawancara kerja yang diberikan.
  4. Bersikap santun dan hormat
    Bersikap santun dan hormat menjadi salah satu tips yang berikutnya bisa kamu terapkan pada saat mengikuti wawancara kerja, dengan bersikap sopan santun dan hormat kamu akan mendapatkan penilaian yang baik baik itu dari pewawancara ataupun orang-orang di sekeliling kamu.
  5. Menyiapkan penampilan terbaik
    Selanjutnya adalah pastikan kamu sudah menyiapkan penampilan terbaik ketika akan mengikuti wawancara kerja dengan HRD, pastikan pakaian yang kamu gunakan sudah sesuai dengan ketentuan yang diberikan oleh pewawancara ataupun juga kamu bisa mengenakan setelan formal saat mengikuti wawancara kerja.
  6. Siapkan jawaban untuk pertanyaan umum
    Tips berikutnya adalah kamu bisa menyiapkan jawaban terlebih dahulu untuk beberapa pertanyaan umum yang memang sering ditanyakan, di sini kamu bisa menyiapkan beberapa jawaban yang nantinya akan diberikan oleh HRD contohnya seperti pertanyaan ” kenapa kamu tertarik melamar pada perusahaan ini? “, Dan sebagainya jadi siapkan jawaban terlebih dahulu sebelum mengikuti wawancara kerja.
  7. Berlatih bicara
    Berikutnya adalah kamu bisa berlatih berbicara, pada saat proses wawancara tentunya kamu akan menjawab beberapa pertanyaan yang diberikan oleh HRD oleh karena itu sebelum melakukan wawancara kerja ada baiknya kamu berlatih berbicara terlebih dahulu di depan cermin agar nantinya ketika kamu mengikuti wawancara kamu sudah terbiasa.

Demikianlah informasi mengenai sejumlah pertanyaan yang kerap diajukan selama interview berlangsung. Berbekal informasi tersebut, kamu akan lebih mudah menghadapi recruiter. Untuk mengurangi rasa gugup, perbanyak latihan berbicara di depan kaca atau melakukan simulasi wawancara dengan bantuan keluarga.

Example 120x600